Text
Aku Mencium Aroma Bapak & Ibu
Catatan ini bukan saja tentang diriku, tapi tentang Tuhan yang mengasihiku dalam rumah kecilku yang kusebut: keluarga. Mencium aroma Bapak dan bu sama halnya merasakan kehadiran Tuhan yang tak selalu mudah dicerna. Aroma yang tercium itu ber gumul dalam peristiwa kedukaan, kekecewaan, penyesalan, tangisan. Derasaan marah, dan tak berdaya.
Namun, aroma itu juga yang menumbuhkan rasa cinta, syukur, dan damai yang seakan menarikku untuk segera datang mencicipi setiap rasanya. Aroma yang muncul pada saat-saat diriku tak berdaya dan menarik diriku untuk berserah tentang apa saja yang terjadi dalam hidup ini.
Tidak tersedia versi lain